22 views

Istana Air Tamansari

Malioboro Pos

Istana Air Taman Sari Jogja bisa menjadi pilihan menarik untuk Anda yang ingin piknik murah meriah. Dengan suara gemericik air dan bangunan kuno khas kerajaan menambah kesyahduan tempat wisata ini. Bangunan yang masih berada di komplek keraton ini sering dijadikan destinasi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Sejarah Taman Sari

Sejarah Taman Sari Yogyakarta adalah pada zaman Sultan Hamengkubuwono I sekitar tahun 1758 kebun ini dibangun, luasnya lebih dari 10 hektar. Kira-kira terdapat 57 bangunan berupa gedung, kolam pemandian, jembatan gantung, kanal air, danau buatan, pulau buatan, dan lorong bawah air. Taman dengan sebutan awal “The Fragrant Garden” ini dimanfaatkan pada tahun 1765-1812 lokasinya dari barat daya kompleks kedhaton hingga tenggara kompleks magangan. Namun saat ini bangunan istana air tersebut tinggal yang di barat daya kompleks kedhaton saja.
Kabarnya tempat wisata ini dibangun di bekas keraton lama sebagai tempat istirahat kereta kuda oleh Susuhan Paku Buwono II yang akan ke Imogiri. Proyek ini dipimpin oleh Tumenggung Mangundipuro dengan biaya keseluruhan ditanggung oleh bupati Madiun tersebut. sehingga daerah Madiun bebas pungutan pajak. Kemudian wisata Taman Sari Jogja buka jam 8 pagi itu dulunya mengalami pergantian kepemimpinan dalam pembangunannya oleh Pangeran Notokusumo. Hal tersebut dikarenakan Mangundipuro mengundurkan diri dari kelanjutan proyek tersebut.

Meskipun secara resmi bangunan ini merupakan kebun kerajaan, tetapi beberapa bangunan terlihat mengindikasikan fungsi benteng pertahanan terakhir. Hal tersebut kemungkinan untuk berlindung apabila istana diserang oleh musuh. Demang Tegis merupakan salah satu arsitek kebun kerajaan yang berasal dari portugis.

Istana Air Taman Sari Jogja setidaknya terdiri dari empat bagian. Bagian pertama adalah danau buatan yang letaknya berada di sebelah barat, bagian kedua adalah bangunan di selatan danau yaitu pemandian umbul binangun. Kemudian bagian ketiga merupakan pasarean ledok sari dan kolam garjiwati yang dibangun di selatan pemandian umbul binangun. Dan bagian terakhir berlokasi di timur bagian pertama dan kedua yang meluas sampai tenggara kompleks magangan.

Pada zaman itu, sejarah Taman Sari Yogyakarta dibangun dari empat bagian utama dengan rincian sebagai berikut. Bagian pertama berisi danau buatan bernama segaran dengan pulo kenongo di tengah-tengahnya. Pulo kenongo tersebut didirikan gedung berlantai dua sebagai gedung terbesar dan cukup tinggi. Terdapat juga pulo cemethi di selatan pulo kenongo dan sumur gemantung.

Bagian kedua merupakan bagian yang paling utuh jika dibandingkan dengan yang lainnya, meskipun taman dan kebun sudah tidak tersisa. Bagian ini berisi gedhong gapura hageng yang merupakan pintu gerbang utama taman raja. Lalu ada gedung lopak-lopak atau disebut juga gopok-gopok. Kemudian ada juga umbul pasiraman atau versi lain umbul binangun berupa kolam pemandian. Di bagian kedua ini juga terdapat gedhong sekawan, gedhong gapuro panggung, dan gedhong temanten.

Bagian ketiga dari Istana Air Taman Sari Jogja tidak banyak meninggalkan sisa-sisa peninggalannya. Sehingga sebagian besar deskripsi ini berasal dari rekonstruksi yang terdapat di sana. Dahulu ketika bangunan ini masih digunakan, isi dari bagian ketiga adalah kompleks pasarean dalem ledok sari dan komplek kolam garjitawati.

Follow Me :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.