26.530 views

Sekilas tentang Kota Jogja

Malioboro Pos

Yogyakarta yang kecil namun teragung dalam khasanah budaya Indonesia. Adalah satu bagian dari Nusantara yang masih dapat mepergelarkan hasil daya cipta nenek moyang bangsa Indonesia yang hidup sejak belasan abad yang silam.

Prambanan dan belasan candi-candi yang lebih kecil  seperti candi Kalasan, candi Sari, Candi Sewu, Candi Plaosan, Candi Ratu Boko, Candi Sambisari, Kraton Yogyakarta serta Taman Sari, adalah karya agung yang tetap menyusuri Sejarah Indonesia sejak zaman Majapahit sampai lahirnya zaman Palapa yang menjelajah ruang angkasa.

Yogyakarta kaya dengan peninggalan-peninggalan sejarah dan budaya, lukisan-lukisan alam yang sejuk damai, dan dengan kehangatan senyum masyarakatnya; perpaduan semua itu menjelmakan kepermainan yang tak pernah redup dari kenangan. Bagi seniman, Yogyakarta ibarat Taman Firdaus yang tak pernah henti mengalirkan ilham untuk karya-karya besar dan agung. Di kota inilah bermukim pelukis-pelukis besar seperti Afandi, Sapto Hoedoyo, Batara Lubis WIdayat, Damas, disamping pelukis-pelukis batik terkenal seperti Kuswadji, Sumihardjo, Ardiyanto dan Amry Yahya dan masih banyak lagi yang lain.

Bagong kusudihardjo, pemilik Padepokan Tari yang pernah melahirkan tarian kreasi baru dengan judul Tari ASEAN. Di bidang drama dan Sastra, Nama-nama seperti W.S. Rendra, Motinggo Busye, Muhammad DIponegoro, Ashadi Siregar, Azwar A.N. dan banyak lagi yang pernah ditenarkan dan dibesarkan di bumi Yogyakarta. Dibidang Seni Patung, siapa yang tidak mengenal pematung-pematung seperti Eddy Soenarso, Saptoko, mereka adalah pematung Indonesia yang pernah menghasilkan karya besar di Indonesia.

Bagi remaja Indonesia, Yogyakarta adalah ibarat Kawah Candra Dimuka, tempat pengemblenggan ilmu pengetahuan untuk meraih hari depan yang lebih baik bagu Nusa, Bangsa dan Negara. Nafas kehidupan kota Yogyakarta adalah nafas kehidupan pelajar yang datang dari segenap pelosok Tanah Air guna menimba ilmu pada Universitas Gajah Mada (UGM), Institut Seni Indonesia (ISI) di pada Universitas-Universitas lain dengan berbagai jurusan dan disiplin ilmu yang benar-benar telah memberikan rona asli dari Yogyakarta.

Denyut nadi Kota Yogyakarta merasa pelan namun menghanyutkan hati manusia. Malioboro terbentang memanjang, bagaikan pameran hasil seni kerajinan. Dan bila malam tiba jadilah dia ajang perbincangan bagi siapa saja yang tak ingin melewatkan malam sembari menikmati nasi gudeg dalam suasana santai pada sehelai tikar.

Nun Jauh di selatan, Ombak Samodera bergulung-gulung membelai pantai, diiringi bisikan angin laut yang berhembus sepoi-sepoi ……. damai …….. datanglah ke Jogjakarta dan nikmati 1001 kenangan indah di kota Jogja.  Have fun! Salam, Tim Redaksi Abunawas Mobile International.

Follow Me :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.