85 views

Museum Sonobudoyo

Malioboro Pos

Museum Sonobudoyo didirikan oleh Java Instituut, yaitu Yayasan Kebudayaan Jawa, Bali, Lombok, dan Madura pada masa kolonial yang anggotanya terdiri atas orang asing dan pribumi. Panitia perencana pendirian museum dibentuk pada tahun 1931 dengan anggota antara lain: Ir.Th. Karsten P.H.W. Sitsen, dan Koeperberg.
Bangunan museum menggunakan tanah bekas “Shouten” hadiah dari Sri Sultan Hamengkubuwono VIII dan pembangunannya ditandai dengan candrasengkala memet “Buta Ngrasa Esthining Lata” yaitu tahun 1865 Jawa (tahun 1934 Masehi), terukir di “tebeng” yang letaknya di bagian atas gawangan pintu utama nDalem Ageng. Sedangkan peresmian dilakukan oleh Sri Sultan Hamengkubuwana VIII pada hari Rabu Wage tanggal 9 Ruwah 1866 Jawa (6  Nopember 1935 Masehi) dengan ditandai candrasengkala memet “Kayu Winayang ing Brahmana Budha”, terukir pada dinding “regol” (gapura) Museum Sonobudoyo. Pada saat ini Museum Negeri Sonobudoyo merupakan Unit Pelaksana Teknis Daerah dari Dinas Kebudayaan DIY. Berdasarkan Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 42 Tahun 2008 Museum Negeri Sonobudoyo mempunyai tugas mengelola, mengembangkankoleksi, bimbingan edukatif, mendokumentasikan dan mempublikasikan benda-benda koleksi museum yang mempunyai nilai budaya dan ilmiah.

“Berbagai koleksi yang ada di Museum Sonobudoyo merupakan hasil penelitian Java Instituut. Tidak mengherankan apabila ribuan koleksinya dapat mencerminkan runtutan proses budaya yang bergerak dinamis di Jawa, Bali, Lombok dan Madura. Beberapa koleksi terpilih patut traveler lihat secara langsung dengan mengunjungi Museum Sonobudoyo di Jalan Trikora 6, sekaligus menelusuri “Jejak Langkah Peradaban Bangsa Indonesia”.

Berikut ini beberapa contoh benda Koleksi Museum SOnobudoyo :

1. GENTA KALASAN (KALASAN BELL)


Ditemukan ada tahun 1972 di sisi barat daya Candi Kalasan (tepatnya di wilayah Tanjungtirta), terbuat dari bahan perunggu. Diperkirakan merupakan bagian dari vihara yang berada satu kompleks dengan Candi Kalasan. Genta Kalasan adalah genta gantung istimewa, merupakan salah satu genta terbesar yang pernah ditemukan. Genta ini berfungsi sebagai alat memanggil dewa dan mengusir roh jahat dalam prosesi keagamaan(Budha).

2. MOKO

Berasal dari wilayah Indonesia bagian timur, terbuat dari bahan perunggu dengan teknik cetak. Moko merupakan benda pusaka yang dimiliki oleh seorang kepala suku yang kemudian diberikan kepada anak lelakinya. Selain sebagai benda pusaka, moko digunakan sebagai mas kawin, alat tukar dan alat musik pukul dalam upacara adat.

3. PATUNG KEPALA DEWA (GOD’S HEAD STATUE)

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Ditemukan pada tahun 1956 di wilayah Pathuk, Gunungkidul. Patung ini terbilang istimewa karena terbuat dari bahan perunggu berlapis emas, diperkirakan sebagai lambang Dewa Budha.

4. ZODIAK BEKER (zODIAC BEKER)

Benda koleksi ini berasal dari Tengger (Jawa Timur), berbentuk seperti limas terpancung dengan bibir agak tebal. Di dinding bagian luar terdapat hiasan bintang (zodiak) motif wayang maupun zodiak motif binatang, masing-masing berjumlah 12 buah, dibuat dari bahan perunggu.

5. BLENCONG

Umumnya terbuat dari perunggu atau bahan logam lainnya, mengunakan bahan bakar minyak kelapa. Dalam pertunjukan wayang kulit, sumbu lampu blencong selalu diarahkan ke kelir atau layar untuk menghidupkan bayangan wayang.

6. WAYANG DUPARA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Bersumber dari peristiwa atau legenda sejak zaman kerajaan Majapahit sampai perang Diponegoro. Menampilkan tokoh Untung Suropati, Kapten Tack, dan Murjangkung.

Benda Koleksi

Museum Negeri Sonobudoyo sebagai salah satu Museum  yang bersifat umum memiliki  10 (sepuluh) jenis koleksi  yaitu :
  1. Koleksi Geologi
  2. Koleksi Biologi
  3. Koleksi Etnografi
  4. Koleksi Arkeologi
  5. Koleksi Historika
  6. Koleksi Numismatika
  7. Koleksi Filologika
  8. Koleksi Keramologika
  9. Koleksi Senirupa
  10. Koleksi Tehnologi
Pengumpulan koleksi didapat melalui penyerahan dari masyarakat dengan system ganti rugi, hibah, pesanan, barang titipan.

Jumlah 10 jenis koleksi Museum Negeri Sonobudoyo  dengan rincian sebagai berikut :

  1. Koleksi Geologi             :         13
  2. Koleksi Biologi              :         34
  3. Koleksi Ethnografi       :   8. 157
  4. Koleksi Arkeologi         :   1. 981
  5. Koleksi Historika          :        42
  6. Koleksi Numismatika  : 21. 914
  7. Koleksi Filologika         :   1. 240
  8. Koleksi Keramologika  :       384
  9. Koleksi Senirupa           :  9. 120
  10. Koleksi Teknologi         :        384
            Jumlah                           : 43.235
Dari data  jumlah 10 jenis benda koleksi Museum Negeri Sonobudoyo sebanyak 43.235 buah  :
Sudah diinventarisir  sejumlah 11.031  buah ( 25,51 % )
Belum diinventarisir sejumlah  32.204  buah ( 74,48 % )
Koleksi yang dipamerkan pada ruang Pameran tetap di Museum Negeri Sonobudoyo unit I sebanyak 1.184 buah terdiri  :
  1. Koleksi Etnografi              :   715  buah
  2. Koleksi Arkeologi              :  445  buah
  3. Koleksi  Nimismatika       :     14  buah
  4. Koleksi  Keramologika     :       7  buah
  5. Koleksi  Filologika            :       3  buah
Koleksi yang dipamerkan pada ruang Pameran tetap di Museum Negeri Sonobudoyo Unit II sebanyak 810 buah terdiri dari :
  1. Koleksi Geologika            :     38  buah
  2. Koleksi Biologika             :     31   buah
  3. Koleksi Ethnografika      :   304  buah
  4. Koleksi  Numismatika    :   147   buah
  5. Koleksi   Filologika          :     12   buah
  6. Koleksi  Senirupa             :   161   buah
Follow Me :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.