Malioboro Pos

" SAHABAT TRAVELERS DJOGJA "

Desa Wisata Pentingsari (Sleman)

Desa Wisata Pentingsari (Sleman)

Di Yogyakarta memang cocok sebagai destinasi liburan dari penatnya ibukota. Suasana tradisional selalu dapat mengobati kejenuhan. Salah satu objek wisata yang pas adalah Desa Wisata Pentingsari di kaki lereng Merapi. Paket Wisata Pedesaan Meliputi: Belajar Menari, Belajar Gamelan, Belajar membatik, Membajak sawah, Mengembala kerbau dan bebek, Menanam padi, Outbound di Pedesaan, Tracking di pedesaan, MenginapBaca selengkapnya tentangDesa Wisata Pentingsari (Sleman)[…]

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Candi Borobudur

Candi Borobudur

Candi Borobudur didirikan pada abad ke VIII M, oleh Wangsa Sailendra yaitu Wangsa dari kerajaan Mataram Budha. Dimulai pada masa pemerintahan Raja Samaratungga, yang masih berupa bangunan dasar (pondasi) dan diselsaikan pembangunannya oleh Dewi Dyah pramodo whardani istri raja rakai pikatan. Candi ini merupakan candi bercorak budha karena pendirinya beragama budha. Pada masa itu kerajaanBaca selengkapnya tentangCandi Borobudur[…]

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Taman Budaya Yogyakarta (TBY)

Taman Budaya Yogyakarta (TBY)

Taman Budaya Yogyakarta sebagai unit Pelaksana Teknis Dinas Kebudayaan Propinsi DIY bertugas mengolah dan mengembangkan seni dan budaya serta memberikan ruang kreativitas bagi pengembangan potensi seni tradisi di seluruh wilayah DIY. Dalam mengembangkan tugas tersebut TBY menyediakan ruang pameran dan pementasan berbagai macam karya seni dan budaya. Pergelaran seni tradisi (ketoprak, tari klasik) dan pergelaranBaca selengkapnya tentangTaman Budaya Yogyakarta (TBY)[…]

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Candi Arjuna

Candi Arjuna

Kompleks candi-candi Hindu yang dibangun pada abad ke-7, antara lain: Candi Gatotkaca, Candi Bima, Candi Arjuna, Candi Semar,Candi Sembadra, Candi Srikandi, Candi Setyaki, Gangsiran Aswatama, dan Candi Dwarawati. Dataran Tinggi Dieng memiliki kawasan candi yang sangat luas. Diperkirakan, candi-candi yang terdapat di kawasan ini menempati area seluas 90 hektare. Hanya saja, baru sebagian kecil dariBaca selengkapnya tentangCandi Arjuna[…]

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Malioboro Yogyakarta Wisata Belanja Dan Sejarah

Malioboro Yogyakarta Wisata Belanja Dan Sejarah

Malioboro merupakan kawasan perbelanjaan yang legendaris yang menjadi salah satu kebanggaan kota Yogyakarta. Penamaan Malioboro berasal dari nama seorang anggota kolonial Inggris yang dahulu pernah menduduki Jogja pada tahun 1811 – 1816 M yang bernama Marlborough. Kolonial Hindia Belanda membangun Malioboro di pusat kota Yogyakarta pada abad ke-19 sebagai pusat aktivitas pemerintahan dan perekonomian. Secara simbolis juga bermaksud untuk menandingi kekuasaan Keraton atas kemegahan Istananya yang mendominasi kawasan tersebut.

Untuk menunjang tujuan tersebut maka selanjutnya Kolonial Belanda mendirikan :
Benteng Vredeburg, ( didirikan pada tahun 1765. Sekarang benteng tersebut dikenang menjadi sebuah museum yang di buka untuk wisata publik )
Istana Keresidenan Kolonial ( sekarang menjadi Istana Presiden Gedung Agung di tahun 1832M )
Pasar Beringharjo, Hotel Garuda ( dahulu sebagai tempat menginap dan berkumpul para elit kolonial.
Kawasan Pertokoan Malioboro ( menjadi pusat perekonomian kolonial )
Bangunan-bangunan bersejarah yang terletak di kawasan Malioboro tersebut menjadi saksi bisu perjalanan kota ini dari masa ke masa.
Malioboro menyajikan berbagai aktivitas belanja, mulai dari bentuk aktivitas tradisional sampai dengan aktivitas belanja modern. Salah satu cara berbelanja di Malioboro adalah dengan proses tawar-menawar terutama untuk komoditi barang barang yang berupa souvenir dan cenderamata yang dijajakan oleh pedagang kaki lima yang berjajar di sepanjang trotoar jalan Malioboro. Berbagai macam cederamata dan kerajinan dapat anda dapatkan disini seperti kerajinan dari perak, kulit, kayu, kain batik, gerabah dan sebagainya.

Anda jangan heran melihat harga barang ditempat ini, misalnya penjual souvenir menawarkan barang tersebut seharga Rp.50.000,- Kalau anda tertarik barang tersebut maka tawaran tersebut harus segera disusul dengan proses tawar menawar dari wisatawan. Dari proses tersebut harga menjadi turun drastis, misalnya pedagang tersebut akhirnya rela melepas barang tersebut dengan harga Rp.20.000,-. Hal ini juga berlaku bila wisatawan berkunjung dan belanja di pasar tradisional Beringharjo yang letaknya tak jauh dari Malioboro. Begitulah keunikan tradisi dari wisata belanja di Malioboro, pembeli harus bisa tawar menawar.

Kawasan Malioboro dekat dengan obyek wisata sejarah lainya yang sangat banyak menyimpan cerita sejarah yang menarik. Setelah anda berbelanja di Malioboro anda bisa meneruskan mengunjungi obyek wisata lain yang jaraknya cukup dekat. Tempat dan obyek wisata tersebut seperti berwisata arsitektur peninggalan kolonial Belanda dan wisata belanja tradisional lainnya. Obyek wisata sejarah yang berdekatan dengan Malioboro seperti : Keraton Yogyakarta, Alun-alun Utara, Masjid Agung, Benteng Vredeburg, Museum Sonobudoyo dan Kampung Kauman.

Wisata Arsitektur peninggalan kolonial di Yogyakarta yang masih bisa disaksikan seperti Gedung Siciatet ( sekarang menjadi Taman Budaya ), Bank Indonesia, Hotel Inna Garuda dan Bank BNI’46. Sedangkan wisata belanja tradisional yang cukup berdekatan dengan Malioboro terdapat di Pasar Ngasem dan Pasar Beringharjo. Terdapat juga perpustakaan umum milik Pemerintah Provinsi DIY bagi wisatawan yang gemar membaca.

Wisatawan juga dapat menyaksikan kekhasan lain dari Malioboro seperti puluhan andong dan becak yang parkir berderet disebelah kanan jalan pada jalur lambat Malioboro. Sedangkan pada sebelah kiri jalan wisatawan dapat melihat ratusan kendaraan bermotor yang diparkir berjajar yang menjadi tanda bahwa Malioboro merupakan kawasan yang banyak menyedot para pengunjung.

Aktivitas wisatawan di Malioboro tidak hanya pada siang hari saja, akan tetapi di kawasan Malioboro ini aktivitas wisata akan terus berlanjut dengan adanya nuansa makan malam yang disediakan warung-warung yang bermunculan pada malam hari, terutama setelah pukul 21.00 WIB. Sambil menyantap hidangan di warung lesehan Malioboro, wisatawan akan dihibur oleh musisi jalanan yang mengunjungi lesehan tersebut sambil mengalunkan lagu-lagu tertentu.

[ninja_form id=]

Baca selengkapnya tentangMalioboro Yogyakarta Wisata Belanja Dan Sejarah

Museum Sonobudoyo

Museum Sonobudoyo

Museum Sonobudoyo didirikan oleh Java Instituut, yaitu Yayasan Kebudayaan Jawa, Bali, Lombok, dan Madura pada masa kolonial yang anggotanya terdiri atas orang asing dan pribumi. Panitia perencana pendirian museum dibentuk pada tahun 1931 dengan anggota antara lain: Ir.Th. Karsten P.H.W. Sitsen, dan Koeperberg. Bangunan museum menggunakan tanah bekas “Shouten” hadiah dari Sri Sultan Hamengkubuwono VIIIBaca selengkapnya tentangMuseum Sonobudoyo[…]

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Museum Benteng Vredeburg

Museum Benteng Vredeburg

Benteng yang dibangun pada tahun 1765 oleh Pemerintah Belanda ini digunakan untuk menahan serangan dari Kraton Yogyakarta. Dengan parit yang mengelilinginya, benteng yang berbentuk segi empat ini memiliki menara pengawas di ke-empat sudutnya dan kubu yang memungkinkan tentara Belanda untuk berjalan berkeliling sambil berjaga-jaga dan melepaskan tembakan jika diperlukan. Baca selengkapnya tentangMuseum Benteng Vredeburg

Museum Kereta Keraton Jogja – Rotowijan

Museum Kereta Keraton Jogja – Rotowijan

Museum Kereta Keraton Jogja ini terletak di Jl. Rotowijayan Yogyakarta, atau sebelah barat bangunan KeratonYogyakarta. Museum kereta keraton jogja yang didirikan sejak bertahtanya Sri Sultan Hamengkubuwono VI ini menyimpan beragam koleksi kereta kuda milik Keraton Kasultanan Yogyakarta. Pada jaman dahulu kereta-kereta tersebut dahulu merupakan kendaraan para sultan untuk berbagai keperluan dan acara yang diselenggarakan Keraton Yogyakarta. Baca selengkapnya tentangMuseum Kereta Keraton Jogja – Rotowijan

error: Content is protected !!