Malioboro Pos

" Sahabat Setia Travelers Jogja"

Itinerary Wisata Virtual Yogyakarta, Keliling Kota Gudeg dari Gawai atau Latop

Itinerary Wisata Virtual Yogyakarta, Keliling Kota Gudeg dari Gawai atau Latop

Virus corona memaksa orang untuk tidak beraktivitas di luar rumah. Bagi yang menyukai traveling, hal ini dirasa menyiksa dan membuat bosan. Jangan khawatir, kamu masih bisa berjalan-jalan dengan cara virtual. Saat ini, tur virtual tengah ramai dibicarakan lantaran orang tak lagi bisa berwisata pada masa pandemi seperti ini. Hadirnya tur virtual membuatmu tak perlu mengeluarkanBaca selengkapnya tentangItinerary Wisata Virtual Yogyakarta, Keliling Kota Gudeg dari Gawai atau Latop[…]

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
INI 10 WISATA INDONESIA YANG PALING DICARI TAHUN 2019

INI 10 WISATA INDONESIA YANG PALING DICARI TAHUN 2019

Tahun 2019 ini, banyak yang milih wisata Indonesia atau mancanegara yaaa? 8 dari 10 masyarakat Indonesia mencari destinasi wisata domestik lho.Pas akhir tahun, pencarian ini akan naik sebesar 20%. Horeee!  Ini menunjukkan kalau makin banyak yang sadar kalau wisata Indonesia itu menarik dan kaya. Mau cari apa aja ada… Sebagai sumber andalan buat kepo, GoogleBaca selengkapnya tentangINI 10 WISATA INDONESIA YANG PALING DICARI TAHUN 2019[…]

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Agenda Event di Yogyatourium ( 4 s/d 28 April 2018 )

Agenda Event di Yogyatourium ( 4 s/d 28 April 2018 )

Agenda Event Yogyatourium April 2018 Rabu, 4 April 2018 | 19.00 WIB | Malam Bercerita #4 | Kedai Kolega Jumat, 13 April 2018 | 15.00 WIB |Genjreng Kalem Ngobrol Santai |Taman Sabtu, 14 Aprill 2018| 18.30 WIB |Animasi Club 13 |Pendopo Minggu, 15 April 2018 | 10.00 WIB |Kopdarkustik Satria120ers Harmony in Diversity |Pendopo Senin,Baca selengkapnya tentangAgenda Event di Yogyatourium ( 4 s/d 28 April 2018 )[…]

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Malioboro Yogyakarta Wisata Belanja Dan Sejarah

Malioboro Yogyakarta Wisata Belanja Dan Sejarah

Malioboro merupakan kawasan perbelanjaan yang legendaris yang menjadi salah satu kebanggaan kota Yogyakarta. Penamaan Malioboro berasal dari nama seorang anggota kolonial Inggris yang dahulu pernah menduduki Jogja pada tahun 1811 – 1816 M yang bernama Marlborough. Kolonial Hindia Belanda membangun Malioboro di pusat kota Yogyakarta pada abad ke-19 sebagai pusat aktivitas pemerintahan dan perekonomian. Secara simbolis juga bermaksud untuk menandingi kekuasaan Keraton atas kemegahan Istananya yang mendominasi kawasan tersebut.

Untuk menunjang tujuan tersebut maka selanjutnya Kolonial Belanda mendirikan :
Benteng Vredeburg, ( didirikan pada tahun 1765. Sekarang benteng tersebut dikenang menjadi sebuah museum yang di buka untuk wisata publik )
Istana Keresidenan Kolonial ( sekarang menjadi Istana Presiden Gedung Agung di tahun 1832M )
Pasar Beringharjo, Hotel Garuda ( dahulu sebagai tempat menginap dan berkumpul para elit kolonial.
Kawasan Pertokoan Malioboro ( menjadi pusat perekonomian kolonial )
Bangunan-bangunan bersejarah yang terletak di kawasan Malioboro tersebut menjadi saksi bisu perjalanan kota ini dari masa ke masa.
Malioboro menyajikan berbagai aktivitas belanja, mulai dari bentuk aktivitas tradisional sampai dengan aktivitas belanja modern. Salah satu cara berbelanja di Malioboro adalah dengan proses tawar-menawar terutama untuk komoditi barang barang yang berupa souvenir dan cenderamata yang dijajakan oleh pedagang kaki lima yang berjajar di sepanjang trotoar jalan Malioboro. Berbagai macam cederamata dan kerajinan dapat anda dapatkan disini seperti kerajinan dari perak, kulit, kayu, kain batik, gerabah dan sebagainya.

Anda jangan heran melihat harga barang ditempat ini, misalnya penjual souvenir menawarkan barang tersebut seharga Rp.50.000,- Kalau anda tertarik barang tersebut maka tawaran tersebut harus segera disusul dengan proses tawar menawar dari wisatawan. Dari proses tersebut harga menjadi turun drastis, misalnya pedagang tersebut akhirnya rela melepas barang tersebut dengan harga Rp.20.000,-. Hal ini juga berlaku bila wisatawan berkunjung dan belanja di pasar tradisional Beringharjo yang letaknya tak jauh dari Malioboro. Begitulah keunikan tradisi dari wisata belanja di Malioboro, pembeli harus bisa tawar menawar.

Kawasan Malioboro dekat dengan obyek wisata sejarah lainya yang sangat banyak menyimpan cerita sejarah yang menarik. Setelah anda berbelanja di Malioboro anda bisa meneruskan mengunjungi obyek wisata lain yang jaraknya cukup dekat. Tempat dan obyek wisata tersebut seperti berwisata arsitektur peninggalan kolonial Belanda dan wisata belanja tradisional lainnya. Obyek wisata sejarah yang berdekatan dengan Malioboro seperti : Keraton Yogyakarta, Alun-alun Utara, Masjid Agung, Benteng Vredeburg, Museum Sonobudoyo dan Kampung Kauman.

Wisata Arsitektur peninggalan kolonial di Yogyakarta yang masih bisa disaksikan seperti Gedung Siciatet ( sekarang menjadi Taman Budaya ), Bank Indonesia, Hotel Inna Garuda dan Bank BNI’46. Sedangkan wisata belanja tradisional yang cukup berdekatan dengan Malioboro terdapat di Pasar Ngasem dan Pasar Beringharjo. Terdapat juga perpustakaan umum milik Pemerintah Provinsi DIY bagi wisatawan yang gemar membaca.

Wisatawan juga dapat menyaksikan kekhasan lain dari Malioboro seperti puluhan andong dan becak yang parkir berderet disebelah kanan jalan pada jalur lambat Malioboro. Sedangkan pada sebelah kiri jalan wisatawan dapat melihat ratusan kendaraan bermotor yang diparkir berjajar yang menjadi tanda bahwa Malioboro merupakan kawasan yang banyak menyedot para pengunjung.

Aktivitas wisatawan di Malioboro tidak hanya pada siang hari saja, akan tetapi di kawasan Malioboro ini aktivitas wisata akan terus berlanjut dengan adanya nuansa makan malam yang disediakan warung-warung yang bermunculan pada malam hari, terutama setelah pukul 21.00 WIB. Sambil menyantap hidangan di warung lesehan Malioboro, wisatawan akan dihibur oleh musisi jalanan yang mengunjungi lesehan tersebut sambil mengalunkan lagu-lagu tertentu.

[ninja_form id=]

Baca selengkapnya tentangMalioboro Yogyakarta Wisata Belanja Dan Sejarah

“Pasar Malam. Perayaan Sekaten”

“Pasar Malam. Perayaan Sekaten”

Sekaten Jogja 2017,   tak lama lagi pagelaran event atau acara tahunan jogja akan segera digelar.Even tahunan ini kurang lebih akan diselenggarakan tidak kurang dari satu setengah bulan lagi, dalam hal ini Pemerintah DIY akan sedikit disibukan dengan jadwal tahunan mereka semua kalangan harus bekerja keras untuk mensukseskan acara tersebut. Baca selengkapnya tentang“Pasar Malam. Perayaan Sekaten”

Bukit Bintang Patuk (Gunungkidul)

Bukit Bintang Patuk (Gunungkidul)

Jika berbicara tentang wisata malam Jogja, tempat satu ini memang tidak boleh terlewatkan. Berada di perbukitan Patuk Gunungkidul, Bukit Hargodumilah atau yang lebih populer dengan sebutan Bukit Bintang ini memang tidak salah jika menjadi primadona para pecinta wisata malam Jogja. Bukit Bintang sangat mudah dijangkau karena lokasinya yang berada di pinggir jalan utama Jogja-Wonosari, tepatnyaBaca selengkapnya tentangBukit Bintang Patuk (Gunungkidul)[…]

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
error: Content is protected !!